Beranda > News > Menurut Ipsos Global, Indonesia Negara Paling Bahagia

Menurut Ipsos Global, Indonesia Negara Paling Bahagia


Masalah perekonomian, perang, konflik dan bencana alam ternyata tak membuat dunia kehilangan kebahagiaannya. Karena setiap kesulitan pasti ada kebahagiaan. Bahkan, sebuah jajak pendapat (survei) yang dilakukan Ipsos Global menyatakan bahwa orang Indonesia yang paling berbahagia.

Lebih dari tiga perempat responden (77%) di seluruh dunia yang disurvei Ipsos Global menyatakan bahwa mereka bahagia dengan hidupnya. Sebanyak 22% juga menggambarkan diri mereka sebagai orang-orang yang sangat bahagia (very happy).

“Dunia menjadi sebuah tempat yang bahagia saat ini, sehingga kita bisa mengkurnya setelah selama ini melacak,” ujar Wakil Presdir Ipsos Global, John Wright, yang mensurvei kebahagiaan 18.687 responden di 24 negara pada tanggal 1-15 November 2011.

Di posisi puncak responden yang mengaku very happy adalah Indonesia dengan 51%. Diikuti India dan Meksiko yang masing-masing 43%. Kemudian Brasil dan Turki yang 30%, serta Australia dan Amerika Serikat (AS) yang sama-sama 28%.

Secara kawasan, Amerika Latin menududuki posisi puncak dengan proporsi orang amat berbahagia sebanyak 32%. Amerika Utara selanjutnya dengan 27%, diikuti Asia Pasifik serta Timur Tengah dan Afrika yang sama-sama 24%.

Orang seperti apa yang dianggap berbahagia dalam survei ini?

Mereka yang menikah (26%) mengaku lebih bahagia ketimbang yang belum menikah (18%). Secara demografis, tak ada perbedaan statistik di kebahagiaan kedua gender (22%).

Mereka yang berusia di bawah usia 35 tahun (25%) lebih bahagia ketimbang kelompok usia 35-49 tahun (20%) dan 50-64 tahun (19%), di negara manapun mereka berada.

Masalah sosial juga berperan penting sebagai salah satu faktor penentu kebahagiaan.

Survei ini menyebutkan, mereka yang memiliki pendidikan lebih tinggi (25%) dan pemasukan tinggi atau stabil (24%), menyatakan diri sebagai very happy people.

Sebaliknya, Hungaria (6%) menempati urutan paling bawah dari negara yang disurvei. Kemudian Korea Selatan (7%), Rusia (8%) dan Spanyol (11%).

Perubahan kebahagiaan terbesar terlihat di Turki (+16 poin), Meksiko (+10) dan Australia (+7).

Secara keseluruhan, berdasarkan agregat 24 negara yang disurvei, ini menunjukkan dunia menjadi tempat yang lebih membahagiakan.

Pada 2007, 20% orang menyatakan very happy dan kini naik menjadi 22%. Namun Wright menambahkan, ekspektasi penyebab kebahagiaan seseorang harus dipertimbangkan dengan lebih hati-hati.

Kebahagiaan bukan sekadar perekonomian dan kemapanan.

“Ini mengenai serangkaian faktor-faktor yang menyebabkan mereka menjadi seperti ini,” lanjut Wright.

Ipsos mulai mencatat kebahagiaan penduduk di 24 negara sejak 2007 dan melakukannya dua kali per tahun hingga Maret 2010 ketika mereka melakukannya setiap bulan. Survei ini secara keseluruhan dilakukan pada periode April 2007-Oktober 2011.

Pertanyaan yang diajukan adalah, ‘secara keseluruhan apakah Anda very happy, rather happy, not very happy ataunot happy at all?’ Marjin error sebesar plus minus 3,1 persentase poin, per seribu responden.

http://m.inilah.com/read/detail/1830038/indonesia-negara-paling-bahagia

  1. trik internet gratis dan tips
    14 Februari 2012 pukul 19:24

    Paling bahagia dan paling….???

  1. 2 Maret 2012 pukul 22:31

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: