Beranda > News > 100 ekor Tikus dilepas di Gedung DPRD

100 ekor Tikus dilepas di Gedung DPRD


Sekitar 80-an mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Makasiswa se-Makassar menggelar aksi di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sulawesi Selatan, Selasa 20 September 2011. Menuntut pembubaran Badan Anggaran DPR, mereka melepas 100 ekor tikus di kantor Dewan. Akibatnya sejumlah anggota Dewan langsung lari berhamburan.

Aksi melepas 100 ekor tikus itu sebagai bentuk simbol perlawanan atas korupsi. Aksi ini diikuti mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Makassar seperti Universitas Hasanuddin, Universitas Negeri Makassar, Universitas 45, Universitas Muhammadiyah, Universitas Indonesia Timur, Universitas Kristen Paulus, dan STIMIK Dipanegera. Mereka berkumpul di bawah jalan layang, lalu menuju kantor Dewan Provinsi.

Dalam orasinya mereka meminta agar Dewan Sulawesi Selatan mendukung pergerakan mahasiswa ini dengan menolak dibentuknya badan anggaran. “Kami meminta pemerintah, Dewan, aparat penegak hukum, khususnya Komisi Pemberantasan Korupsi, menuntaskan kejahatan anggaran di parlemen,” kata Eli Oskar, Presiden Mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Makassar.

Mereka menilai praktek penggunaan anggaran negara sudah melenceng dari harapan publik. Terbukti dengan beberapa kasus suap yang mengemuka ke publik, di mana jumlah itu hanyalah puncak gunung es dari korupsi anggaran. Hal tersebut akibat dari buruknya proses penyusunan pemerintah dan parlemen, sehingga anggaran pembangunan tidak seluruhnya sampai ke rakyat.

Menurut mahasiswa ini, ada enam celah penyebab tumbuh suburnya mafia anggaran baik di badan legislatif ataupun eksekutif, yakni bertambahnya kekuasaan Dewan dalam penganggaran, adanya ruang hitam dalam tahapan penyusunan anggaran, munculnya pos alokasi di luar Undang-Undang No. 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara, serta tidak adanya rapat dengar pendapat umum dengan masyarakat saat penentuan anggaran.

Ketua Dewan Sulawesi Selatan M. Roem mengatakan pihaknya setuju peniadaan Badan Anggaran jika ini untuk kepentingan rakyat dan bangsa. “Saya sangat mendukung. Upaya-upaya penyimpangan dan penyelewengan, apa pun bentuknya, harus dihilangkan dan aparat hukum harus bekerja keras,” katanya.

Pagi tadi, penyidik KPK memeriksa empat pimpinan Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat yakni Melchias Markus Mekeng (Ketua) dan tiga wakil ketua: Mirwan Amir, Olly Dondokambey, dan Tamsil Linrung. Mereka diperiksa terkait kasus proyek transmigrasi di Indonesia timur yang dianggarkan oleh Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi.

Sebelumnya Ketua KPK Busyro Muqoddas mengatakan akan melacak aliran dana dari dua kasus korupsi yang sedang ditangani Komisi dan diduga sampai ke Badan Anggaran. Menurut dia, ada dua kasus yang sedang ditangani KPK dan diduga melibatkan Badan Anggaran DPR. Pertama, kasus korupsi proyek wisma atlet SEA Games dan kasus dugaan suap pejabat Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi terkait proyek di kawasan transmigrasi senilai Rp 500 miliar.

Sumber: http://m.tempointeraktif.com/2011/09/20/357219/

Kategori:News
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: